Entah mengapa saya selalu excited dengan Stadion Sepak Bola : apalagi ini San Siro : stadion legendaris dua club besar dunia AC Milan dan Inter Milan. Wooohoooo saya bahagia. Tapi nampaknya untuk memenuhi misi tour de San Siro ini perjuangan saya tidaklah mudah. Tapi untungnya saya tidak menyerah kepada keadaan kemarin, sehingga akhirnya saya bisa memenuhi misi.
Tanggal 21 Dec 2011 seharusnya saya masih menghabiskan waktu berkeliling kota Verona (menurut rencana awal), tapi karena saya harus kembali ke Groningen tanggal 23 siang, dan tanggal 22 kami di Venice, maka salah seorang teman mengusulkan agar saya pergi ke San Siro tanggal 21 saja, toh saya sudah ke rumah Juliet kemarin. Sehingga tanggal 22 saya bisa ikut teman-teman ke Venice dan tanggal 23 pagi saya bisa langsung ke Milan dan kemudian ke Bandara di Bergamo untuk bertolak ke Groningen.
Tapi toh rencana tinggal rencana. Sesuai petunjuk di website San Siro Tour. Dari stasiun Milan Centrale FS kami mengambil Metro ke Molino Dorino. Namun tidak ada Metro dari Milan Centrale yang langsung ke sana. Saya bersama salah seorang teman (Bibbie) harus naik Metro M2 menuju ke Cordona Fieramilanocity, dan kemudian dari sana kami mengambil Metro M2 ke Molino Dorino, turun di Stasiun Lotto.
Inilah penampakan tiket Metro di Milan
(tips dari saya jika akan berpergian dengan metro dan anda berdua, gunakan tiket ini untuk masuk di bagian masuk orang cacat, karena pintu terbuka lebih lama, anda bisa masuk berdua atau bahkan bertiga menggunakan satu tiket. Jadi anda akan menghemat (per satu tiketnya 1.50 euro). karena tiket hanya bisa digunakan lagi selama 90 menit dr pertama kali dipakai).
inilah jalur Metro jika hendak ke Stadion San Siro
nah sesampainya di Lotto, ternyata perjuangan saya mencari San Siro belumlah usai. Karena tidak ada 'batang hidung' San Siro yang nampak dari tempat saya keluar di Lotto. Maka saya dan teman pun berjalan, sesekali bertanya pada orang yang lewat, dan tentu saja dengan bahasa Inggris mereka yang pas-pasan. Ada yang ramah tapi ada pula yang sombong dan tidak mau membantu, bahkan begitu saja meninggalkan kami.
Ternyata San Siro itu jauuuuhhhh, dan tidak ada kendaraan umum yang mampu kami tumpangi. Berikut beberapa gambar yang jika anda menemukannya maka ada menuju arah yang tepat ke San Siro.
Voila, dengan perjuangan dan kaki yang sudah cenat-cenut akhirnya saya dan teman sampai juga di San Siro. Sepi, dan hanya beberapa toko menjual atribut dan makanan. Hati saya ciut, sambil terus 'mengitari' San Siro dari Ingresso I sampai Ingresso 14 akhirnya sampailah kami di tulisan San Siro Tour. Perasaan saya mulai tidak enak ketika gerbangnya tutup dan bernar saja hari itu tour hanya dibuka sampai pukul 1 siang, sedangkan kami datang pukul 3 sore (perjalanan kami jauh dari Verona dan sangat memakan waktu). Dari apa yang saya baca di website tour di tutup jam 5 sore, namun hari itu dikarenakan ada pertandingan Inter Milan lawan Lecce, tour hanya tersedia sampai pukul 1 siang.
Inilah jejak tiket Inter Milan vs Lecce yang saya ketemukan di dekat gerbang masuk keesokan harinya (22 Dec 2011)
Saya sedih sekali. Selain karena saya tidak akan memiliki kesempatan untuk ke San Siro lain waktu. Akhirnya saya mengakhiri hari itu dengan berfoto di depan gerbang dan pelatarannya saja, berharap ini akan mengobati rasa susah hati karena sudah jauh-jauh datang ke Itali, sudah merelakan keliling kota Verona, dan sudah capek datang ke San Siro dengan berjalan kaki.
Gambar-gambar di San Siro hari pertama.
dengan menahan hawa dingin dan hati saya yang gundah saya akhirnya pulang dengan tangan hampa dan kaki yang semakin sakit. beberapa bagian kaki saya sudah mulai sedikit memar (saya memang gampang memar karena penyakit vertigo yang saya derita). Sesampainya di rumah, saya memutuskan untuk berpisah dengan teman-teman lain yang besok akan melanjutkan perjalanan ke Venice. Besok, saya harus kembali ke San Siro, dan oleh karena itu saya harus melakukan perjalanan seorang diri ke Milan, dan saya berencana untuk menginap di Bergamo (karena dengan pertimbangan saya akan bertolak ke Groningen melalui bandara di Bergamo/ Orio al Serio).
Paginya saya sesuai rencana berpisah dengan teman-teman di Stasiun Verona. Perjalanan saya menuju San Siro boleh dibilang sangat lancar, karena saya hanya mengulangi rute yang kemarin sudah saya telusuri bersama teman. Sesampainya di San Siro pun saya langsung menuju Ingresso 14 tempat mendaftar Tour. dan Alhamdulillah saya berhasil ikut tour ini pada akhirnya.
Tiket Tour San Siro
Saya diperkenankan masuk ke museum San Siro dan woowww saya suka sekali mengetahui sejarah sepak bola di jaman dahulu daripada kisah-kisah kerajaan jaman lampau. dan inilah beberapa foto bersejarah yang berhasil saya abadikan di San Siro Museum (saya tidak banyak tahu tentang sejarah club ini, mungkin teman-teman lain suporter AC Milan dan Inter Milan jauh lebih paham daripada saya).
(Moratti, konon pendiri Stadion San Siro)
(Saya terkesima melihat bola sepak jaman dulu, ini sepetinya ketika AC Milan lawan MU, tahunnya saya lupa mencatat)
(saya dan jersey David ketika masih di AC Milan)
bagian berikutnya adalah bagian dalam Stadion San Siro. Menurut tour guide nya San Siro sekarang tengah dalam proses perluasan, karena stadion dianggap masih kurang mampu menampung penonton yang untuk pertandingan-pertandingan besar membludak sangat banyak.
(Bagian biru paling atas itu adalah penambahan (bagian biru adalah untuk Fans AC Milan) dan kini sedang dalam proses pembangunan)
Bagian warna hijau diperuntukkan untuk suporter Inter Milan
Pembagian tempat duduk suporter AC Milan dan Inter Milan lebih jelas ada di video yang secara diam-diam saya ambil ketika sudah menuju akhir tour (dan tentu saja tour guide nya sudah berlalu mendahului kami)
(penjelasan sang tour guide tentang sejarah San Siro)
Jadi San Siro sebenarnya bernama asli Stadio Giuseppe Meazza, dipanggil San Siro karena letaknya berada di daerah San Siro District di Kota Milan. Secara resmi dibangun pada tanggal 3 Maret 1980. Home base dari dua team besar A.C. Milan dan F.C. Internazionale Milano (Inter Milan). Stadion ini dibangun dengan nama Giuseppe Meazza, juga sebagai pernghormatan untuknya. Meazza sendiri adalah pemenang dua kali Piala Dunia di tahun 1934 dan 1938, dia pernah bermain untuk Inter Milan dan AC Milan di tahun 1930an sampai 1940an. Stadion ini pernah meraih status UEFA five-star stadium.
Selanjutnya saya dan para peserta tour yang lain diperkenankan untuk mengambil foto stadion (tapi tidak boleh merekam, katanya).
Selanjutnya yang saya tunggu-tunggu adalah masuk ke kamar ganti pemain ^^b
Inilah penampakan kamar ganti pemain Inter Milan (nampak sangat sederhana, karena ini mengikuti gaya dari Massimo Moratti.
Saya kaget ketika membandingkan dengan kamar ganti pemain AC Milan, dan menurut tour guide nya ini gaya Berlusconi.
dan inilah tempat duduk Ibra (menurut tour guide yang hapal sangat dengan urutan tempat duduk pemain, walaupun saat itu monitor di atas tempat duduk mati, biasanya akan menampilkan nama-nama pemain, mengapa lebih memilih monitor karena bisa dengan flexible di rubah menurut daftar pemain yang akan bertanding hari itu, termasuk pemain cadangan).
Ibra's seat
dan ini yang deket banget sama kaki saya ada tempat duduk Inzaghi
dan inilah penampakan pintu luarnya (sebenarnya di sebelah kiri pintu ada lambang AC Milan besar yang tidak sempat saya abadikan).
Inilah pintu keluar para pemain menuju 'battle field' ^^
setelah itu kami ditunjuki tempat konferensi pers, namun saya tidak mengambil gambar karena hanya ada beberapa papan besar bertuliskan logo-logo sponsor, meja dan kursi saja.
Ruang VVIP atau disebut ruang executive, untuk sampai ke ruangan ini anda harus membayar 400 euro, dengan view yang jelas menghadap langsung ke lapangan.
dan itulah akhir dari tour San Siro saya. Kami boleh kembali ke museum atau mengunjungi San Siro Store, saya memilih mengunjungi tokonya. Saya ingin sesuatu yang bisa saya bawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Store-nya
karena tidak boleh mengambil gambar di dalam toko, saya hanya bisa menggambarkan di sana banyak atribut kedua tim, mulai dari untuk balita yang baru lahir sampai orang dewasa, mug, boneka, sarung tangan, payung, piring dll.
dan saya membeli ini (ini ukuran untuk anak laki-laki berusia 10-12 tahun)
Dari semuanya saya senang karena sudah ke San Siro, saya jadi semakin penasaran dengan stadion-stadion club-club besar lainnya. Mempertimbangkan bahwa harga Tour nya pun toh tidak mahal hanya 12.50 Euro saja. Lebih mahal tiket saya dari Verona ke Milan yang 19.40 Euro.
Mengetahui cerita teman yang katanya Venice ternyata tidak seindah yang dibayangkan saya semakin merasa beruntung telah memilih untuk pergi ke San Siro.
Senaaanggg. Alhamdulillah. ^^b
"Better to write for yourself and have no public, than to write for the public and have no self." Cyril Connolly
Saturday, 24 December 2011
Italy (from Verona to Bergamo) The Verona
Indah dan penuh cinta, itulah deskripsi saya tentang Verona. Untuk mencapai Verona dari Milan Centrale FS kita naik kereta jurusan Venecia (turun di Verona Central Station) harga satu kali naik kereta adalah 10.40 euro. cukup jauh dari Milan ke Verona, saya sampai bisa dua kali tidur bangun tidur bangun, hehehe.
Sore harinya sesampainya di Hostel di Verona saya dan teman-teman mengunjungi rumah Juliet yang legendaris itu dan juga menulis surat untuknya. Konon katanya surat itu akan dibalas oleh Juliet dan para sekretarisnya.
saya sendiri juga ikut-ikutan menulis surat untuk Juliet, tentunya isi suratnya berkisar antara saya dan suami tercinta. berikut adalah penampakan surat saya kepada Juliet.
dari hostel ke rumah Juliet cukup dekat, kami bisa menempuhnya dengan berjalan kaki. Inilah Casa De Juliet di lihat dari luarnya.
Tidak seperti perkiraan saya yang mengira surat-surat itu akan di tempelkan di tembok rumah Juliet, kali ini karena mungkin menjelang Natal, maka surat-surat kami di tempelkan di sebuah pohon natal yang diletakkan di pelataran rumah Juliet.
dan inilah balkon kamar Juliet yang konon Romeo memanjat balkon ini demi bertemu dengan pujaan hatinya.
Di sana juga banyak di temui gembok pengikat tali cinta kasih *apadehh :D . dan Tulisan-tulisan nama pasangan yang pernah ke sini, dengan harapan semoga cinta mereka abadi.
saya sendiri kurang tahu ini apa, mungkin sejenis penjelasan tentang sejarah Romeo dan Juliet dalam berbagai bahasa. Atau mungkin secara ajaib berbicara dengan Juliet :D. saya sendiri belum mencobanya.
setelah puas melihat-lihat rumah Juliet, kami berjalan menuju pusat kota Verona, dan kebetulan sedang ada Christmas Market, yang bagi saya pribadi membuat kota ini semakin indah.
(tampang saya memang idiot, tapi sudahlah hehehe)
Verona memang kota yang indah, selain itu kemana-mana hanya diperlukan kaki yang kuat heheheh, karena kotanya sendiri bisa dinikmati. sambil menahan udara yang dingin, kota Verona patut dikunjungi. Saya pasti akan kembali nanti ke kota ini.
Besoknya saya akan melanjutkan perjalanan memenuhi misi ke San Siro Stadium. Next. ^^b
Sore harinya sesampainya di Hostel di Verona saya dan teman-teman mengunjungi rumah Juliet yang legendaris itu dan juga menulis surat untuknya. Konon katanya surat itu akan dibalas oleh Juliet dan para sekretarisnya.
saya sendiri juga ikut-ikutan menulis surat untuk Juliet, tentunya isi suratnya berkisar antara saya dan suami tercinta. berikut adalah penampakan surat saya kepada Juliet.
dari hostel ke rumah Juliet cukup dekat, kami bisa menempuhnya dengan berjalan kaki. Inilah Casa De Juliet di lihat dari luarnya.
Tidak seperti perkiraan saya yang mengira surat-surat itu akan di tempelkan di tembok rumah Juliet, kali ini karena mungkin menjelang Natal, maka surat-surat kami di tempelkan di sebuah pohon natal yang diletakkan di pelataran rumah Juliet.
dan inilah balkon kamar Juliet yang konon Romeo memanjat balkon ini demi bertemu dengan pujaan hatinya.
Di sana juga banyak di temui gembok pengikat tali cinta kasih *apadehh :D . dan Tulisan-tulisan nama pasangan yang pernah ke sini, dengan harapan semoga cinta mereka abadi.
saya sendiri kurang tahu ini apa, mungkin sejenis penjelasan tentang sejarah Romeo dan Juliet dalam berbagai bahasa. Atau mungkin secara ajaib berbicara dengan Juliet :D. saya sendiri belum mencobanya.
setelah puas melihat-lihat rumah Juliet, kami berjalan menuju pusat kota Verona, dan kebetulan sedang ada Christmas Market, yang bagi saya pribadi membuat kota ini semakin indah.
(tampang saya memang idiot, tapi sudahlah hehehe)
Verona memang kota yang indah, selain itu kemana-mana hanya diperlukan kaki yang kuat heheheh, karena kotanya sendiri bisa dinikmati. sambil menahan udara yang dingin, kota Verona patut dikunjungi. Saya pasti akan kembali nanti ke kota ini.
Besoknya saya akan melanjutkan perjalanan memenuhi misi ke San Siro Stadium. Next. ^^b
Tweet
Labels:
terkesan akan
Italy (from Verona to Bergamo) The Hostel
Huff, akhirnya sampai juga jari saya di keyboard laptop. Inilah saatnya membagi kisah perjalanan singkat saya di Italy.
Bagian pertama ini tentang Hostel.
Malam 20 dan 21 Desember 2011, saya menginap di sebuah hostel indah di Verona, beralamatkan di B&B The Lions 345 677 9007 via 20 Settmbre 7, 37129 Verona . Bagi saya pribadi hostel ini sangat sangat sangat direkomendasikan untuk ditinggali apalagi untuk pasanagn yang berbulan madu. Selain menyadari fakta bahwa Verona adalah KOTA CINTA, sepertinya semua di kota ini indah karena kisah Romeo dan Juliet. No wonder jika Romeo itu orang Itali dapat dipastikan dia memang rupawan (menyadari pengalaman mengamati para pria Itali yang terkenal tampan). Untuk bisa sampai ke hostel ini, ada hanya perlu naik bus No.11 dari Stasiun Kota Verona, harganya berkisar antara 1.50 sampai 2 Euro.
Berikut adalah beberapa gambar di dalam hostel yang saya tinggali selama dua malam di Verona.
(kursi pasangan di buat "mojok" kali ya : yang ada di kamar saya)
(dapur dengan makanan dan minuman lengkap yang dengan bebas bisa diakses kapan saja selama menginap)
(salah satu kamar (bukan kamar saya, karena kamar saya terlalu berantakan untuk di foto :D ).
(ornamen cinta 1)
(ornamen cinta 2)
(ornamen cinta 3)
(pohon natal pun dihias dengan ornamen lophe-lophe :D)
(perapian cinta, biar makin membara :D)
hostel di Verona memang tidak menarik dari luarnya, seperti apartemen biasa. Namun, dekorasi ruangan dan keramahan sang pemilik, bisa jadi membuat kita betah tinggal di sana.
Selanjutnya,tidak sesuai rencana yang saya harusnya menginap di Venice, saya malah menginap di Bergamo Milan, karena harus memenuhi misi ke San Siro Stadium.
Hostel saya di di Bergamo memberikan saya banyak pengalaman berharga, selain karena saya melakukan perjalan seorang diri di kota Milan. Biasanya saya akan lebih suka 'ngikut' teman hehehe (cari slamet biar ga nyasar). Tapi kali ini saya harus bisa mandiri, karena saya sendirian di Milan.
Setelah saya selesai melakukan tour San Siro saya harus berjuang mencari Hostel saya Nuovo Ostello di Bergamo - Bergamo Youth Hostel 035 361724 Via G. Ferraris, 1, 24123 Bergamo . Dari Milan Centrale FS (Central Station Milan) saya melanjutkan perjalan ke Bergamo Centrale via Milan Lambratte. Dari Bergamo Centrale inilah perjuangan saya benar-benar dimulai. Ketika sampai di Stasiun saya mencari Bus nomor 6 tujuan Monterosso. Saya berkeliling dan bertanya hampir setiap orang di Stasiun tapi tak satupun diantara mereka bahkan paham apa yang saya ucapkan (orang Italy banyak yang tidak paham bahasa Inggris).
Sebagai tambahan informasi inilah penampakan tiket kereta di Itali.
Dan ini adalah tiket bus satu Zona di Italy.
menurut penjual tiket Bergamo masih berada di Zona satu dan saya hanya membayar 1.30 Euro untuk sampai ke sana. Zona lain mungkin memiliki harga dan warna tiket yang berbeda.
Capek bertanya dengan saya yang sama sekali tidak mengerti bahasa Itali. akhirnya saya menelepon hostel bersangkutan, dan benar saja, saya tidak mampu menangkap apa yang pemilik hostel katakan lewat telepon dengan bahasa Inggrisnya yang bercampur logat Itali. Hanya dua kata yang sanggup saya tanggap yaitu Church dan Fountain.
Pulsa telepon saya tinggal 10 Euro ketika telepon itu ditutup, dan saya mulai gelisah. Saya merasa saya harus bergerak karena paling tidak saya bisa bertemu dengan orang yang Insyaallah bisa bahasa Inggris.
Saya pun berjalan menjauhi Stasiun, dan terus-menerus mencari Gereja dan Air Mancur. Tapi sia-sia. Nafas saya hampir habis ketika saya akhirnya bertemu dengan seorang pria Itali yang mau menolong saya. Dia, saya tidak tahu namanya dan berbicara sedikit sekali bahasa Inggris namun Alhamdulillah mengerti yang saya maksud - dan dia (sangat menarik menurut saya :D), menolong saya bertanya kepada beberaapa orang yang kami temui di jalan dengan menggunakan bahasa Itali. Saya tidak mengerti apa yang dia bicarakan, dalam hati saya selalu berpikir mungkin salah dua atau tiga dari seluruh percakapan mereka adalah "kasian anak kecil ini, tersesat".
Akhirnya mas-mas itu mengantarkan saya ke polisi, katanya polisi di sini tau apa saja, sambil dengan tatapan iba dia meminta maaf dan pergi. Yak, sampai di sini saya harus memulai lagi.
Jarak 5 meter saya berjalan (dari tempat saya ditinggal mas-mas tadi) saya bertemu mas-mas yang lain. Ketika saya bertanya tentang alamat hostel, dia mengantarkan saya ke hostel yang lain di dekat situ sambil berkata "inikah hostelnya?", saya bilang bukan, ini kan bukan Galilleo Ferraris. Saya merasa sedikit kesal dan takut, karena mas-mas ini mengajak saya mondar-mandir tidak tentu arah. Kalau ndak ganteng pasti tuh mas-mas sudah saya tinggal, karena saya masih mempertimbangkan hidungnya yang keren, akhirnya saya bertahan. :D :D :D *harusnya mas-mas itu yang meninggalkan saya karena merepotkan dia ehhehehe.
Akhirnya ternyata mas-mas itu kecapekan juga mengajak saya mondar-mandir, dan dia mencetuskan ide. Telepon hostelnya lagi dan dia yang akan berbicara menggunakan bahasa Itali, dan saya setuju. Dia pun berbicara menggunakan bahasa Itali. saya hanya berdoa supaya pulsa saya cukup. dan dengan senyum mengembang penuh rasa puas dia menatap saya, dan saya pun semakin takut. Dia bilang 'I know', dan dia mengajak saya ke perempatan tempat kami bertemu (dan saya ditinggal mas-mas pertama) tadi.
Dia menuliskan 6 MONTEROSSO, dan STOP LEONARDO DA VINCI. sambil berkata SIX MON-TE-RROSSOOO, SIX- MON-TE-RROOSSOO. BUS. BUS. BUS. STOP AT LE-OO-NARR-DOO DA-VINN-CCII. ONE STATION E BEFORREE MON-TE-RRO-SSOO. understand?
Sumpah dalam hati saya berkata orang ini baik sekali, karena saya masih amazed dengan wajahnya, dia malah mengira saya masih bingung. Akhirnya dia mengantarkan saya menuju tempat bus nomer 6 tujuan Monterosso (ternyata bus nomer 6 tidak lewat di depan Stasiun Bergamo, melainkan harus berjalan dulu dan mungkin juga harus bertemu dengan 2 mas-mas ganteng, aheeiii). Dan benar saja, di dekat halte bus nomer 6 ada Gereja dan Air Mancur, ohhh I see now. *pertanyaannya adalah mengapa saya tidak mengatakan padanya sejak pertama tentang Gereja dan Air Mancur, ahh kebodohan saya membawa nikmat bertemu dengan mas-mas ini, ehhehehe.
Sebelum dia pergi dia (sama dengan mas-mas sebelumnya, menatap iba ke arah saya) berkata "Take care, good luck". << yang ini agak pinter bahasa Inggrisnya. Perjuangan saya belum berhenti, malam itu pukul 7, langit dan suhu sudah seperti jam 11 malam. Karena saya tidak tahu Leonardo Da Vinci itu seprti apa, dan apa tanda-tanda saya 'sudah' menemukannya. Akhirnya saya bertanya kepada seorang mbak-mbak cantik yang mengenakan baju kerja (sepertinya intelek, jadi saya yakin dia bisa bahasa Inggris). "Do this bus go to the Da Vinci?" pertanyaan pancingan saya, kalo jawabannya "yes" berarti saya akan bertanya "Would you mind to let me know how many bus stop Da Vinci is, from here?". Dan ternyata jawabannya bukan yes atau no, tapi kedua-duanya. Mbak-mbak itu menjawab sambil tertawa malu-malu "No,no no ohh Yes, yess,yess, mountain" tetap sambil tertawa ngikik dan dia bertanya ke tempan disampingnya yang juga menggelengkan kepala. saya langsung masygul. Hah Mountain, maksudnya Da Vinci itu di gunung. dan tiba-tiba saya berharap ketemu dengan mas-mas 'yang agak pinter bahasa inggris' tadi. beberapa menit berlalu (saya merenung memikirkan nasib) mbak-mbak itu me-nowel lengan saya dan menunjuk bis nomer 6 dengan tulisan Monterosso. Dan saya pun naik, selama di bus saya tidak bisa duduk tenang, saya stand by di depan pintu, setiap halte saya bertanya pada orang-orang yang mau turun "Is it Da Vinci?", sekitar 8 halte saya lewati dan saya mulai merasa nyasar. Harapan saya mulai timbul ketika ada mas-mas dengan poni menutupi mukanya, dianya sedang tertunduk sambil memencet-mencet tombol HP. Ketika bus berhenti dan mas-mas itu hendak turun, saya bertanya padanya, "Is it Da Vinci?" dan mas itu menoleh ke arah saya dengan poni tersibak, dan disitulah terkuak bahwa dia alamakk ganteng sekali. dan saya langsung optimis ketika dia tersenyum dan mengangguk "Yes, Da Vinci". ternyata kami turun di Halte yang sama. Ok. Da Vinci sekarang mencari Hostelnya. Mumpung ada mas-mas akhirnya saya bertanya di mana hostel nya, dia berbicara sambil tertawa (saya tidak mampu mencerna bahasa Itali yang diucapkan tanpa tertawa, yang ini diucapkan dengan tertawa, dan saya terdistract sama wajahnya pula > saya pun menjadi tolol seketika). Dia tetap berbicara dan saya hanya tertawa tidak mengerti apa yang dimaksud. dia mengantarkan saya ke sebuah unjung tangga yang naik ke atas. dia bilang ini "You, forwarddee, so,so,so,so,so rightee". baik, saya naik, terus,terus,terus, dan belok kanan. setelah mengucapkan terima kasih dia berlalu sambil tetap tersenyum. ahh, tiga mas-mas dan dua orang mbak-mbak Itay menolong saya malam ini.
saya naik,naik,naik dan memang benar Da Vinci adalah sejenis bukit kecil. Nafas saya habis ketika di ujung tangga saya bertemu dengan seorang Cina yang ternyata juga tengah berlibur dan menginap di Hostel yang sama. Dia ternyata kuliah di Delft, dan yang paling penting dia bisa berbahasa Inggris. dan saya pun diantar sampai ke meja receptionis. Alhamdulillah, dalam hati saya.
dan pukul 8.30PM tepat saya masuk ke dalam kamar dan berhasil merebahkan diri dengan diri dengan ucapan Alhamdulillah.
Paginya, ketika saya turun untuk sarapan, saya baru tahu bahwa bukit bernama Da Vinci ini sungguh indah.
(ini gambar yang saya ambil ketika turun dari lift)
Inilah rekaman saya (amatir banget) tentang Da Vinci di Bergamo, pukul 10 pagi.
dan untuk ukuran hostel Ostello Nuovo cukup bersih dan nyaman, jadinya dua tempat saya menginap di Italy benar-benar recommended dan murah.
ini gambar kasur saya di female dorm.
Trip singkat di Italy, saya hanya mampu mengunjungi Verona dan Milan. Semoga diberikan Allah swt kesempatan untuk bisa ke sana lagi, lain kali bersama suami saya tercinta dan mungkin dengan anak-anak.
^^b
Bagian pertama ini tentang Hostel.
Malam 20 dan 21 Desember 2011, saya menginap di sebuah hostel indah di Verona, beralamatkan di B&B The Lions 345 677 9007 via 20 Settmbre 7, 37129 Verona . Bagi saya pribadi hostel ini sangat sangat sangat direkomendasikan untuk ditinggali apalagi untuk pasanagn yang berbulan madu. Selain menyadari fakta bahwa Verona adalah KOTA CINTA, sepertinya semua di kota ini indah karena kisah Romeo dan Juliet. No wonder jika Romeo itu orang Itali dapat dipastikan dia memang rupawan (menyadari pengalaman mengamati para pria Itali yang terkenal tampan). Untuk bisa sampai ke hostel ini, ada hanya perlu naik bus No.11 dari Stasiun Kota Verona, harganya berkisar antara 1.50 sampai 2 Euro.
Berikut adalah beberapa gambar di dalam hostel yang saya tinggali selama dua malam di Verona.
(kursi pasangan di buat "mojok" kali ya : yang ada di kamar saya)
(dapur dengan makanan dan minuman lengkap yang dengan bebas bisa diakses kapan saja selama menginap)
(salah satu kamar (bukan kamar saya, karena kamar saya terlalu berantakan untuk di foto :D ).
(ornamen cinta 1)
(ornamen cinta 2)
(ornamen cinta 3)
(pohon natal pun dihias dengan ornamen lophe-lophe :D)
(perapian cinta, biar makin membara :D)
hostel di Verona memang tidak menarik dari luarnya, seperti apartemen biasa. Namun, dekorasi ruangan dan keramahan sang pemilik, bisa jadi membuat kita betah tinggal di sana.
Selanjutnya,tidak sesuai rencana yang saya harusnya menginap di Venice, saya malah menginap di Bergamo Milan, karena harus memenuhi misi ke San Siro Stadium.
Hostel saya di di Bergamo memberikan saya banyak pengalaman berharga, selain karena saya melakukan perjalan seorang diri di kota Milan. Biasanya saya akan lebih suka 'ngikut' teman hehehe (cari slamet biar ga nyasar). Tapi kali ini saya harus bisa mandiri, karena saya sendirian di Milan.
Setelah saya selesai melakukan tour San Siro saya harus berjuang mencari Hostel saya Nuovo Ostello di Bergamo - Bergamo Youth Hostel 035 361724 Via G. Ferraris, 1, 24123 Bergamo . Dari Milan Centrale FS (Central Station Milan) saya melanjutkan perjalan ke Bergamo Centrale via Milan Lambratte. Dari Bergamo Centrale inilah perjuangan saya benar-benar dimulai. Ketika sampai di Stasiun saya mencari Bus nomor 6 tujuan Monterosso. Saya berkeliling dan bertanya hampir setiap orang di Stasiun tapi tak satupun diantara mereka bahkan paham apa yang saya ucapkan (orang Italy banyak yang tidak paham bahasa Inggris).
Sebagai tambahan informasi inilah penampakan tiket kereta di Itali.
Dan ini adalah tiket bus satu Zona di Italy.
menurut penjual tiket Bergamo masih berada di Zona satu dan saya hanya membayar 1.30 Euro untuk sampai ke sana. Zona lain mungkin memiliki harga dan warna tiket yang berbeda.
Capek bertanya dengan saya yang sama sekali tidak mengerti bahasa Itali. akhirnya saya menelepon hostel bersangkutan, dan benar saja, saya tidak mampu menangkap apa yang pemilik hostel katakan lewat telepon dengan bahasa Inggrisnya yang bercampur logat Itali. Hanya dua kata yang sanggup saya tanggap yaitu Church dan Fountain.
Pulsa telepon saya tinggal 10 Euro ketika telepon itu ditutup, dan saya mulai gelisah. Saya merasa saya harus bergerak karena paling tidak saya bisa bertemu dengan orang yang Insyaallah bisa bahasa Inggris.
Saya pun berjalan menjauhi Stasiun, dan terus-menerus mencari Gereja dan Air Mancur. Tapi sia-sia. Nafas saya hampir habis ketika saya akhirnya bertemu dengan seorang pria Itali yang mau menolong saya. Dia, saya tidak tahu namanya dan berbicara sedikit sekali bahasa Inggris namun Alhamdulillah mengerti yang saya maksud - dan dia (sangat menarik menurut saya :D), menolong saya bertanya kepada beberaapa orang yang kami temui di jalan dengan menggunakan bahasa Itali. Saya tidak mengerti apa yang dia bicarakan, dalam hati saya selalu berpikir mungkin salah dua atau tiga dari seluruh percakapan mereka adalah "kasian anak kecil ini, tersesat".
Akhirnya mas-mas itu mengantarkan saya ke polisi, katanya polisi di sini tau apa saja, sambil dengan tatapan iba dia meminta maaf dan pergi. Yak, sampai di sini saya harus memulai lagi.
Jarak 5 meter saya berjalan (dari tempat saya ditinggal mas-mas tadi) saya bertemu mas-mas yang lain. Ketika saya bertanya tentang alamat hostel, dia mengantarkan saya ke hostel yang lain di dekat situ sambil berkata "inikah hostelnya?", saya bilang bukan, ini kan bukan Galilleo Ferraris. Saya merasa sedikit kesal dan takut, karena mas-mas ini mengajak saya mondar-mandir tidak tentu arah. Kalau ndak ganteng pasti tuh mas-mas sudah saya tinggal, karena saya masih mempertimbangkan hidungnya yang keren, akhirnya saya bertahan. :D :D :D *harusnya mas-mas itu yang meninggalkan saya karena merepotkan dia ehhehehe.
Akhirnya ternyata mas-mas itu kecapekan juga mengajak saya mondar-mandir, dan dia mencetuskan ide. Telepon hostelnya lagi dan dia yang akan berbicara menggunakan bahasa Itali, dan saya setuju. Dia pun berbicara menggunakan bahasa Itali. saya hanya berdoa supaya pulsa saya cukup. dan dengan senyum mengembang penuh rasa puas dia menatap saya, dan saya pun semakin takut. Dia bilang 'I know', dan dia mengajak saya ke perempatan tempat kami bertemu (dan saya ditinggal mas-mas pertama) tadi.
Dia menuliskan 6 MONTEROSSO, dan STOP LEONARDO DA VINCI. sambil berkata SIX MON-TE-RROSSOOO, SIX- MON-TE-RROOSSOO. BUS. BUS. BUS. STOP AT LE-OO-NARR-DOO DA-VINN-CCII. ONE STATION E BEFORREE MON-TE-RRO-SSOO. understand?
Sumpah dalam hati saya berkata orang ini baik sekali, karena saya masih amazed dengan wajahnya, dia malah mengira saya masih bingung. Akhirnya dia mengantarkan saya menuju tempat bus nomer 6 tujuan Monterosso (ternyata bus nomer 6 tidak lewat di depan Stasiun Bergamo, melainkan harus berjalan dulu dan mungkin juga harus bertemu dengan 2 mas-mas ganteng, aheeiii). Dan benar saja, di dekat halte bus nomer 6 ada Gereja dan Air Mancur, ohhh I see now. *pertanyaannya adalah mengapa saya tidak mengatakan padanya sejak pertama tentang Gereja dan Air Mancur, ahh kebodohan saya membawa nikmat bertemu dengan mas-mas ini, ehhehehe.
Sebelum dia pergi dia (sama dengan mas-mas sebelumnya, menatap iba ke arah saya) berkata "Take care, good luck". << yang ini agak pinter bahasa Inggrisnya. Perjuangan saya belum berhenti, malam itu pukul 7, langit dan suhu sudah seperti jam 11 malam. Karena saya tidak tahu Leonardo Da Vinci itu seprti apa, dan apa tanda-tanda saya 'sudah' menemukannya. Akhirnya saya bertanya kepada seorang mbak-mbak cantik yang mengenakan baju kerja (sepertinya intelek, jadi saya yakin dia bisa bahasa Inggris). "Do this bus go to the Da Vinci?" pertanyaan pancingan saya, kalo jawabannya "yes" berarti saya akan bertanya "Would you mind to let me know how many bus stop Da Vinci is, from here?". Dan ternyata jawabannya bukan yes atau no, tapi kedua-duanya. Mbak-mbak itu menjawab sambil tertawa malu-malu "No,no no ohh Yes, yess,yess, mountain" tetap sambil tertawa ngikik dan dia bertanya ke tempan disampingnya yang juga menggelengkan kepala. saya langsung masygul. Hah Mountain, maksudnya Da Vinci itu di gunung. dan tiba-tiba saya berharap ketemu dengan mas-mas 'yang agak pinter bahasa inggris' tadi. beberapa menit berlalu (saya merenung memikirkan nasib) mbak-mbak itu me-nowel lengan saya dan menunjuk bis nomer 6 dengan tulisan Monterosso. Dan saya pun naik, selama di bus saya tidak bisa duduk tenang, saya stand by di depan pintu, setiap halte saya bertanya pada orang-orang yang mau turun "Is it Da Vinci?", sekitar 8 halte saya lewati dan saya mulai merasa nyasar. Harapan saya mulai timbul ketika ada mas-mas dengan poni menutupi mukanya, dianya sedang tertunduk sambil memencet-mencet tombol HP. Ketika bus berhenti dan mas-mas itu hendak turun, saya bertanya padanya, "Is it Da Vinci?" dan mas itu menoleh ke arah saya dengan poni tersibak, dan disitulah terkuak bahwa dia alamakk ganteng sekali. dan saya langsung optimis ketika dia tersenyum dan mengangguk "Yes, Da Vinci". ternyata kami turun di Halte yang sama. Ok. Da Vinci sekarang mencari Hostelnya. Mumpung ada mas-mas akhirnya saya bertanya di mana hostel nya, dia berbicara sambil tertawa (saya tidak mampu mencerna bahasa Itali yang diucapkan tanpa tertawa, yang ini diucapkan dengan tertawa, dan saya terdistract sama wajahnya pula > saya pun menjadi tolol seketika). Dia tetap berbicara dan saya hanya tertawa tidak mengerti apa yang dimaksud. dia mengantarkan saya ke sebuah unjung tangga yang naik ke atas. dia bilang ini "You, forwarddee, so,so,so,so,so rightee". baik, saya naik, terus,terus,terus, dan belok kanan. setelah mengucapkan terima kasih dia berlalu sambil tetap tersenyum. ahh, tiga mas-mas dan dua orang mbak-mbak Itay menolong saya malam ini.
saya naik,naik,naik dan memang benar Da Vinci adalah sejenis bukit kecil. Nafas saya habis ketika di ujung tangga saya bertemu dengan seorang Cina yang ternyata juga tengah berlibur dan menginap di Hostel yang sama. Dia ternyata kuliah di Delft, dan yang paling penting dia bisa berbahasa Inggris. dan saya pun diantar sampai ke meja receptionis. Alhamdulillah, dalam hati saya.
dan pukul 8.30PM tepat saya masuk ke dalam kamar dan berhasil merebahkan diri dengan diri dengan ucapan Alhamdulillah.
Paginya, ketika saya turun untuk sarapan, saya baru tahu bahwa bukit bernama Da Vinci ini sungguh indah.
(ini gambar yang saya ambil ketika turun dari lift)
Inilah rekaman saya (amatir banget) tentang Da Vinci di Bergamo, pukul 10 pagi.
dan untuk ukuran hostel Ostello Nuovo cukup bersih dan nyaman, jadinya dua tempat saya menginap di Italy benar-benar recommended dan murah.
ini gambar kasur saya di female dorm.
Trip singkat di Italy, saya hanya mampu mengunjungi Verona dan Milan. Semoga diberikan Allah swt kesempatan untuk bisa ke sana lagi, lain kali bersama suami saya tercinta dan mungkin dengan anak-anak.
^^b
Tweet
Labels:
terkesan akan
Sunday, 27 November 2011
everything I own is you
I understand your face. I can read it, letter by letter. It seems like my own very language. It is beautifully clear to me. I smell your shadow. In you I hear my lovely voice. Let be my laugh be the only thing you will see, as happiness may come to you. You are pure valiant. You are I came here to find. In your naked eyes I see the future of amazing life. I love you my husband. The cheering soul that sad would bend its knee.
I miss you so much @mrnugrah
I miss you so much @mrnugrah
Tweet
Labels:
saya 'mungkin ' butuh istirahat
Wednesday, 23 November 2011
#eaaaaaaaa
“Hai Ad”
“Something wrong Mal?”
“No”
“Then why you looking at me like that?”
“I was dreaming about you last night”
“Really, what was that about?”
“Nothing”
“Oh, really. I thought you dream of my victory in the next game”
“Yeah, sort of”
“Great, thanks Mal. You make my day, wish me luck, did I score a goal?”
“Indeed, you scored a hattrick, other than that, I wish you a very good luck Ad, as always”
“Wooowwww, dream of me making Quattrick, if that possible Mal”
-----
“You hide something Mal, what is that?”
“Nothing, I’ve told you”
“You did not dreamed of my victory did you?”
-----
“Mal?”
“I don’t think you wanna listen to it”
“Why supposed I don’t ?”
“This is ridiculous Ad, are you serious wanna hear it?”
“Yes, anything”
“Do not hate me after this, would you?”
“Noooo waaayyy, go on, tell me Mal”
“I’ve dreamed of you being my husband”
-----
“See, you hate me”
“No, I don’t”
“Then why you keep silent after I’ve told you about my dream”
“I just…”
“Just what?”
“I just thinking how to turn it into reality”
saya kangen nulis, meneruskan Illana dan Arka. semoga urusan kuliah ini segera rampung. amiiin.^^
“Something wrong Mal?”
“No”
“Then why you looking at me like that?”
“I was dreaming about you last night”
“Really, what was that about?”
“Nothing”
“Oh, really. I thought you dream of my victory in the next game”
“Yeah, sort of”
“Great, thanks Mal. You make my day, wish me luck, did I score a goal?”
“Indeed, you scored a hattrick, other than that, I wish you a very good luck Ad, as always”
“Wooowwww, dream of me making Quattrick, if that possible Mal”
-----
“You hide something Mal, what is that?”
“Nothing, I’ve told you”
“You did not dreamed of my victory did you?”
-----
“Mal?”
“I don’t think you wanna listen to it”
“Why supposed I don’t ?”
“This is ridiculous Ad, are you serious wanna hear it?”
“Yes, anything”
“Do not hate me after this, would you?”
“Noooo waaayyy, go on, tell me Mal”
“I’ve dreamed of you being my husband”
-----
“See, you hate me”
“No, I don’t”
“Then why you keep silent after I’ve told you about my dream”
“I just…”
“Just what?”
“I just thinking how to turn it into reality”
saya kangen nulis, meneruskan Illana dan Arka. semoga urusan kuliah ini segera rampung. amiiin.^^
Tweet
Labels:
[un] limited imagination
Wednesday, 9 November 2011
verbalistical-fights
“Get into trouble! Make mistakes! Fight! Love! Live!” The Three Musketeers
Pagi ini saya melempar wacana soal panggilan yang menurut saya aneh. Tidak disangka-sangka ternyata banyak yang sepaham dan merespon positif, walau ada beberapa yang nampaknya cuma komentar netral. Bagi saya tidak masalah, saya tidak perlu takut mengungkapkan sesuatu. Apa jadinya jika orang hanya cari aman dalam hidup, dan hanya 'ikut arus', manggut-manggut, iya-iya saja.
Berapa banyak yang berani mengemukakan pendapatnya, atau berapa banyak yang berdiam diri hanya karena takut kehilangan EKSISTENSI. Bagi saya absurd saja, buat kesalahan, perbaiki, atau tidak berbuat sama sekali.
Susahnya bangsa ini di kritik. Kritik di nilai sebagai bentuk perlawanan verbal yang menyerang harga diri. Padahal jika diri kita sering tidak bisa menilai diri sendiri, orang lain mungkin bisa.
Well, saya sudah memulai untuk sesuatu yang saya percaya dalam mengemukakan pendapat. Kamu? Takut?
Tweet
Labels:
terkesan akan
Saturday, 5 November 2011
potraaaiiitt
Setidaknya sudah ada puluhan foto dengan tema yang sama hanya diambil dengan sudut dan kamera berbeda sudah terpajang dengan seksi nya di wall Facebook saya.
Untuk yang dihasilkan oleh Googie (panggilan sayang untuk Android semata wayang saya), baiknya saya post di sini saja.
dan inilah kiranya :
saya :::
Bibie :::
Anggun :::
Theo :::
Winnie :::
Ocier :::
bagaimana hasil jepretan amatiran saya, lumayan khan :D .bersyukur sekali memiliki teman-teman yang mau maen foto-fotoan seperti ini. tidak ada diantara kami yang pro menggunakan kamera, tapi hasil jepretan kami tidak terlalu mengecewakan lho ^^b.
I am happy doing such a wonderful things with besties like them. Thanks Allah swt.
Untuk yang dihasilkan oleh Googie (panggilan sayang untuk Android semata wayang saya), baiknya saya post di sini saja.
dan inilah kiranya :
saya :::
Bibie :::
Anggun :::
Theo :::
Winnie :::
Ocier :::
bagaimana hasil jepretan amatiran saya, lumayan khan :D .bersyukur sekali memiliki teman-teman yang mau maen foto-fotoan seperti ini. tidak ada diantara kami yang pro menggunakan kamera, tapi hasil jepretan kami tidak terlalu mengecewakan lho ^^b.
I am happy doing such a wonderful things with besties like them. Thanks Allah swt.
Tweet
Labels:
[un] limited imagination
Subscribe to:
Posts (Atom)































































































