Showing posts with label [un] limited imagination. Show all posts
Showing posts with label [un] limited imagination. Show all posts

Wednesday, 30 May 2012

Passion ep. 2

Dua hari lagi saya akan menjalani exam terakhir, International Trade Law, yang bahannya ampun-ampunan banyaknya. Saya sama sekali tidak panik, jangan mengira saya siap, saya bahkan sering lupa apa yang saya hapal di materi satu saat menghapal materi yang lain. Saya pasrah itu intinya. Tidak optimis tidak juga pesimis, tenang saja. Berbicara soal passion, mungkin memang saya lebih suka menggambar daripada menghapal. Saya selalu excited untuk menuangkan ide dalam lukisan. Apa saja. Baik yang idenya saya dapatkan dari gambar yang sudah jadi ataupun muncul begitu saja di kepala. Sesuai janji, berikut beberapa hasil 'iseng' saya selama harusnya saya menggunakan waktu untuk belajar.
yang pertama ini judulnya "She"
yang ini berjudul "I am not sad George, I am not"
Postingan kali ini edisi menggambar wanita ceritanya. Jangan bertanya soal bakat melukis, saya sama sekali tidak punya. Ini hanya proyek iseng belaka. ^^ hope you guys like it.

Saturday, 19 May 2012

Passion

Saya suka sekali menggambar. Apa saja. Ayah saya seorang pria dengan jiwa seni yang hebat. Dia bisa menggambar apa saja. Menciptakan gambar apa saja dari goresan apa adanya. Kata ayah, tidak ada gambar yang jelek, tidak pula ada gambar yang gagal. Semua gambar berharga, karena setiap goresannya adalah penjelmaan kata hati. Maka dari itu pelajaran menggambar adalah pelajaran favorit saya sedari kecil. Tapi apa boleh buat, saya terpengaruh guru-guru masa kecil yang lebih suka melihat siswa nya mengikuti lomba siswa teladan dengan kepintaran sains daripada lomba menggambar. Jadilah saya merasa, menggambar itu bukanlah tujuan hidup. Tapi Ayah selalu berkata, gambar terbaik ialah yang datang dari hati, oleh karena itu ketika saya bosan dan sedang tidak ingin berbicara apapun, saya lebih baik menggambar. Semoga apapun yang saya gambar kali ini tidak terbuang dengan percuma. Maka beberapa akan saya post di blog semata wayang ini. Semoga menjadi pelajaran dan kenangan saya dan keluarga di kemudian hari.
(Peechai) Gambar ini saya berikan sebagai hadiah kepada salah seorang sahabat Thailand saya Teerus Laohverapanich, seorang pemain saxopohone yang sangat baik. ^^b
(I am not leaving you. I'll forever stay, right here, in your heart) Nahh, yang ini saya terinspirasi oleh seorang sahabat di hari ketika dia ditinggalkan orang yang dicintainya untuk pergi ke luar negeri. ^^ Gambar-gambar yang lain akan saya post esok ^^b. semoga berkenan.

Thursday, 3 May 2012

Karena Dia Mencintaiku

Suamiku mencintaiku karena itu aku menikahinya. Terkadang terpikir olehku bahwa dia terlalu banyak mengatur ini dan itu. Tidak boleh ini dan itu, harus bertindak seperti ini dan seperti itu. Mungkin boleh aku merasa bahwa segala aturan itu mengekang dan tidak memberi kebebasan. But hey, lets take a look back and start to think. Setelah menikah banyak hal yang akan berubah termasuk cara berpikir dan bertindak. Bagaimana berkata dan bertingkah. Dia mendampingiku selama 8 tahun, dan bulan depan tanggal 25 kami genap 1 tahun menikah. Apapun yang keluar dari mulutku dia mengerti, apa yang terpikir oleh otakku dia memahami. Rasanya memang hidupku sudah bukan lagi milikku sendiri, kami sudah berbagi. Sikapku yang kadang harus dibenahi, tidak lagi memikirkan apa yang ingin aku raih sendiri. Ambisi sudah bukan lagi untukku. Kesenangan hidup yang mengorbankan kegembiraannya juga laiknya tidak kusentuh lagi. Aku sudah berada di tingkat hidup yang lebih tinggi. Aku tidak lagi sendiri. Jangan salah, pernikahan itu bukan sangkar tapi sekolah kehidupan yang paling nyata. Di dalamnya kita dapat belajar banyak hal. Hanya yang benar-benar memasukinya dengan niatan tulus yang akan lulus. Sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa. Aku mencintai suamiku, dan itu cukup untukku. Mana yang lebih menyenangkan, ketika kau sukses dalam segalanya, namun ketika kau pulang ke rumah tidak ada orang yang setia menunggumu dan mencintaimu. Tidak ada yang perduli akanmu, karena dia hanya membutuhkanmu, kau berharga dimatanya, karena dia bersedia melakukan apapun untuk kebahagianmu.Apapun, bahkan yang paling menyakitkan dirinya sekalipun, dia akan tetap bersamamu. Dia mengizinkanku meninggalkannya untuk menggapai cita-citaku, rasanya sudah waktunya aku membalas semua kebaikannya. Kesalahan memang selalu ada, namun selalu ingatlah kebaikannya. Jika mencintai seseorang karena sesuatu yang nampak, maka kau akan kehilangannya. Suamiku bersamaku, bersabar akanku, menerimaku apa adanya, dan bersedia hidup denganku. Apa lagi yang aku cari dalam hidup. Ketika semua ini usai, jangan biarkan aku menyakiti walau sedikit. Terima kasih telah menjadi pengingat akan kealpaanku, menjadi benteng pelindung agar aku tak jatuh dalam lubuk kesalahan. Terima kasih telah mencintaiku dan memaafkan segala salahku. Terima kasih suamiku, kamu hebat.^^ proud to be yours.

Wednesday, 23 November 2011

#eaaaaaaaa

“Hai Ad”
“Something wrong Mal?”
“No”
“Then why you looking at me like that?”
“I was dreaming about you last night”
“Really, what was that about?”
“Nothing”
“Oh, really. I thought you dream of my victory in the next game”
“Yeah, sort of”
“Great, thanks Mal. You make my day, wish me luck, did I score a goal?”
“Indeed, you scored a hattrick, other than that, I wish you a very good luck Ad, as always”
“Wooowwww, dream of me making Quattrick, if that possible Mal”
-----
“You hide something Mal, what is that?”
“Nothing, I’ve told you”
“You did not dreamed of my victory did you?”
-----
“Mal?”
“I don’t think you wanna listen to it”
“Why supposed I don’t ?”
“This is ridiculous Ad, are you serious wanna hear it?”
“Yes, anything”
“Do not hate me after this, would you?”
“Noooo waaayyy, go on, tell me Mal”
“I’ve dreamed of you being my husband”
-----
“See, you hate me”
“No, I don’t”
“Then why you keep silent after I’ve told you about my dream”
“I just…”
“Just what?”
“I just thinking how to turn it into reality”

saya kangen nulis, meneruskan Illana dan Arka. semoga urusan kuliah ini segera rampung. amiiin.^^

Saturday, 5 November 2011

potraaaiiitt

Setidaknya sudah ada puluhan foto dengan tema yang sama hanya diambil dengan sudut dan kamera berbeda sudah terpajang dengan seksi nya di wall Facebook saya.

Untuk yang dihasilkan oleh Googie (panggilan sayang untuk Android semata wayang saya), baiknya saya post di sini saja.

dan inilah kiranya :

saya :::


Bibie :::


Anggun :::


Theo :::


Winnie :::


Ocier :::


bagaimana hasil jepretan amatiran saya, lumayan khan :D .bersyukur sekali memiliki teman-teman yang mau maen foto-fotoan seperti ini. tidak ada diantara kami yang pro menggunakan kamera, tapi hasil jepretan kami tidak terlalu mengecewakan lho ^^b.

I am happy doing such a wonderful things with besties like them. Thanks Allah swt.

Sunday, 30 October 2011

abstract

begini jadinya kalau niat untuk belajar dikalahkan dengan ide usil.


self-pict : konsumsi sendiri. jelek sih nyaahahahhahahahha.
kalau penjelasan dari toiletnya kurang jelas, apalagi saya.

Friday, 29 April 2011

Our Love is Easy

Ternyata cinta kita sangatlah sederhana. Sesederhana nonton bioskop dan makan bakso. Sesederhana menonton pertandingan bola dan membahasnya sambil bercanda. Sesederhana mengelus Mio si kucing dan memberinya makan. Kita akan menikah, dan tujuh tahun menunggu nampaknya seperti kilatan cahaya saja. begitu cepat. kita masih seperti ABG saja, namun dengan masalah yang jauh lebih pelik.

Sepakbola, dan apalagi. Kita sama dan hanya dibedakan dengan jenis kelamin. Aku pernah berpikir bahwa mungkin kita sebenarnya kembar. Hanya saja kita lahir sel telur yang dibuahi oleh sperma yang berbeda pula. Sebenarnya sih kita sama.

seharusnya kita sudah pacaran mulai dilahirkan, dan menikah di usia 3 tahun. Namun, Allah swt membuat perjalan 'saling-menemukan' kita jadi lebih seru dengan dipisahkan. Yahh, menemukanmu sama saja dengan menemukan serpihan dari diriku sendiri. Tidak ada surprise, tidak ada kejut di ulu hati. Menemukanmu seperti pulang ke rumah saja. De Javu. Hatimu sama hangatnya seperti ruang keluargaku, sama nyamannya seperti kamar tidurku. Tempat melepas segala sesak dan penat jiwa.


Alhamdulillah. Allah swt membuat segala cobaan untuk kita arungi, dan membuat perjalanan hidup kita seperti roller coaster yang naik turun, atau seperti kebiasaan Ninja Hatori mendaki gunung dan melewati lembah. semoga engkau sabar akanku.

Akhirnya kita akan tidur di satu ruangan saja dua bulan lagi, menurutku ini lebih menghemat pengeluaran, tidak perlu susah-susah mengantarkanku pulang ke kost dan lalu kamu pulang ke kost-mu yang di ujung dunia. Bagaimana menurutmu?.

Monday, 25 April 2011

the strong foundation

(pesta kelulusan, semoga semakin banyak pelajar Indonesia yang bisa belajar di Belanda)

Saya tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di Belanda, sudah lebih dari 6 tahun saya memendam hasrat untuk mampu pergi kesana. Dari rasa iri kepada kakak kelas SMA yang berhasil kuliah di TU Delft sampai di detik ini dimana saya tengah mengikuti proses seleksi beasiswa Stuned. Mendaftar untuk meneruskan kuliah S2 saya ke Belanda bukanlah hal yang mudah, dari sekian banyak universitas berkualitas di sana, saya harus memilih salah satu yang paling sesuai dengan pekerjaan saya sebagai analis perpajakan internasional di Kementerian Keuangan.
Menimba ilmu di Belanda adalah pertimbangan terbaik saya khususnya dalam segi ilmu perpajakan, bisnis, dan ekonomi internasional. Tulisan saya ini tidak akan menyinggung tulip, kincir angin, sepeda dan keju. Namun, alasan studi perpajakan dan ekonomi internasional Belanda yang maju dan terdepan di dunia, dengan harapan dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang kebijakan Pemerintah Belanda dan bagaimana Belanda berhasil mengembangkan ilmu yang masih cukup langka di dunia ini.
Indonesia, tidak dapat dipungkiri adalah salah satu dari banyak negara di dunia yang mencontoh kebijakan perpajakan internasional Belanda. Jangankan untuk kebijakan Pemerintah di bidang ekonomi, dalam bidang hukum pun Indonesia masih berkiblat ke sana. Pada tahun 2006 Belanda mengeluarkan kebijakan kontroversial dan pertama kali dikemukakan dalam perundingan penghindaran pajak berganda dengan mengusulkan satu klausul tambahan dalam pasal Mutual Agreement Procedures yaitu Arbitrase dalam bidang pajak.
Lompatan besar ini ternyata membawa cukup banyak manfaat dan terbukti memberikan cita keadilan para pihak dalam sebuah perjanjian pajak internasional. Hal ini dinilai sebagai sebuah ide original yang keluar dari model pakem-nya (UN Model Tax Treaty dan OECD Model Tax Treaty). Bahkan dalam perkembangannya ide ini dijadikan bagian dari OECD Model yang sekarang menjadi tren masyarakat dunia.
Belanda sendiri adalah mitra perjanjian pajak tertua yang dimiliki oleh Indonesia, tercatat sudah 2 kali perjanjian pajak antar kedua negara ini direnegosiasi (kurang lebih berjalan selama 45 tahun). Secara otomatis menobatkan Belanda sebagai ‘guru’Indonesia dalam hal perpajakan internasional. Dibalik semua kemajuan pajak dan kebijakan ekonomi terselip rahasia yang menjadi magnet bagi seluruh analis di muka bumi ini untuk datang ke Belanda, yaitu sistem pendidikan modern yang berbasis research. Literatur yang sangat lengkap, fasilitas pendidikan yang memadai, para professor yang high-quality dan expert di bidangnya serta lingkungan pendidikan yang mendukung membuat Belanda menjadi tujuan favorit para peneliti untuk belajar.
Groningen adalah salah satu contoh universitas berbasis research terbesar di Belanda. Sebagai universitas tertua kedua, Groningen menjadi pilihan yang tak terelakkan, namun sederet nama besar universitas di Belanda juga menawarkan keunggulan lain, semisal Delft dan Twente di bidang teknologi terapan, Utrecht dan Leiden di bidang hukum dan sosial, menjadikan Belanda one-stop-knowledge-shoping-place yang menyediakan ilmu lengkap dengan segala fasilitas pendukungnya.
Tak heran orang-orang Belanda terkenal dengan sifatnya yang berani mengemukakan pendapat dan apa adanya, ini di dapat mereka dari kebiasaan berdiskusi dan bertukar ide satu sama lain, sehingga mereka begitu mudah menerima perbedaan pendapat dan mampu berpikir analitis. Yang terpenting dari pada itu, ditunjang dengan sistem pendidikan dan fasilitas mumpuni, orang-orang Belanda dikenal dengan kepintarannya, sehingga ide-ide mereka brilian, tidak hanya riset tapi juga di meja perundingan. Selagi saya menulis ini, hati saya sudah menggelegak ingin segera pergi ke sana tahun ini. Semoga hubungan Indonesia dan Belanda semakin erat terjalin, agar banyak dari anak negeri ini mampu terbang ke Belanda untuk menimba ilmu. Pendidikan adalah hal terbaik selain kultur, sepakbola dan sosial budaya yang dimiliki Belanda. Karena saya percaya bahwa pendidikan yang baik adalah dasar untuk membentuk masyarakat dan negara yang hebat.

Monday, 18 April 2011

I can do it ^^b

as long as I am be with you, I know I can through anything.
mungkin aku akan kehilangan banyak teman, namun aku tahu aku tidak akan pernah kehilanganmu.
aku tahu mungkin kita pun tidak akan bersama selamanya, namun aku juga yakin bahwa hanya Allah swt yang mampu memisahkan kita.

diluar sana, begitu banyak yang membenci bahkan menganggapku musuh. mencaciku setiap hari karena mereka tak mampu menemukan sisi baikku. namun kau tetap di sini, bersama dan hidup dengan segala sifat buruk yang menyertai ragaku. kau menerimaku apa adanya.mungkin karena itulah aku akan selalu bersamamu.

menemukan cita-citaku dan hidup bersama dengan segala mimpi mungkin bukan hal yang mudah, namun kau bertahan. sering aku berkata kasar dan tanpa kupikirkan akibatnya padamu, namun kau tetap menatapku, mengajarkan betapa sulit memahami ini tanpa aku membantumu, mempermudah usahamu untuk memahamiku. jika aku terus berteriak, sama saja aku tidak membantu diriku sendiri.

aku tahu aku mampu melakukan apa saja denganmu, kau membuat kesadaranku bertambah-tambah. dunia ini melenakan. kita akan selalu silau akannya. kau menjelaskan padaku tentang berpikir apa yang mampu kita capai. bahwa bermimpi itu boleh, namun jangan lupa kembali ke bumi untuk memijakkan kaki.

Wednesday, 13 April 2011

Ozil and Khedira ^^b

“I’m not envious, envy doesn’t match my mentality. Mesut completely deserves all the praise and celebration the media is giving him. He has been working really hard to achieve that, that’s why I’m delighted for him, he’s my friend after all. Moreover, I’m glad when he is able to help the team with his skill. I have other qualities and am happy with my role.”


Sami Khedira on team.dfb.de, 25.03.2011

Monday, 11 April 2011

tool of trade of mr.superfly

saya selalu terkesan akan sepatu pemain sepak bola. ehm, beberapa harganya bisa selangit, terkadang juga sedang-sedang saja, tergantung cocoknya kaki.beberapa pemain beruntung, biasanya akan dapat 'sepatu gratis' alias sepatu sponsor karena dianggap bisa 'menaikkan pamor' sang pemberi sepatu (~~') begitulah kira-kira.

kali ini saya begitu tertarik dengan sepatu Mesut Ozil (owh dia lagi dia lagi, ehheeh jangan bosen baca yah, saya lagi ON FIRE nih nulis tentang dia ^^b).

paling tidak ada dua sepatu fenomenal miliknya, atau lebih tepat di dedikasikan untuknya, khusus untuk Mesut Ozil (kemungkinan besar sudah diukur sedemikian rupa dengan kakinya, gerakan larinya dan whatever lah, saya kurang mengerti sepatu olahraga).

1. The Nike Mercurial Vapor Superfly II with the 1 MIÖ marking on it.


jadi sejarah dari sepatu ini adalah sebagai penghargaan kepada Ozil dan fans-nya di Fanpage facebook yang mencapai 1 juta (saat artikel ini ditulis, saya anggota ke 1.9 juta sekiannya, alias sudah naik hampir satu juta dalam setahun, ayooo Ozil siap-siap dapet sepatu lagi nihhh ^^b).

huruf O umlaut di MIÖ nya itu untuk menggambarkan nama Özil yang juga menggunakan O umlaut. begitu detil dibuat khusus untuk Özil. Dia memakai sepatu ini di laga El clasico melawan Barca di Camp Nou, nahh tahun ini bakalan dipake lagi ga yah ^^b.

Tapi katanya Manchester United gak begitu suka Ozil karena dia tipe pemain tengah yang trequartisti (~~")ehm sedikit old fashion style of football yang 'katanya' mengharuskan dia ditopang oleh mid-fielder lain yang bagus-bagus. ehmm.


2. Nike Mercurial Vapor VI Lime Green (beratnya cuman 8 ons)

menurut versi Nike, kenapa Mesut selalu diberi sepatu Superfly karena dia lighting quick (``,)dia dijuluki hero for speed (yah kira-kira kalau Jakarta macet trus kita terancam terlambat, minta gendongin Ozil ke kantor, nampaknya langkah yang tepat, he's fast dude).


heheheh semakin hebat main bolanya semakin gratisan jadinya, karena kaki pemain bola semakin hebat semakin keren. heheheh Nike pasti rela gratisin sepatunya dan capek-capek design in spesial buat sang bintang.

(--,) lhaaa kalo sayahhh, Marie Claire mau gak yah kasih saya sepatu gratisan kalao fans saya dah nyampek 1 juta :D

Monday, 21 March 2011

Tulisan Saya untuk Proyek Amal

kupersembahkan Pahala tulisan ini untuk Papa ^^b


inilah buku Dear Papa yang berisi surat yang ditulis untuk Papa, kebetulan tulisan saya ada di halaman 189. Alhamdulillah akhirnya ada yang suka juga, well seluruh kontributor dalam buku ini tidak dibayar, semua hasil penjualannya akan disumbangkan untuk Panti Jompo di Surabaya.

semoga bermanfaat.

Tuesday, 1 March 2011

living this life as the way it is

saya :
ambisius dan itu membunuh saya pada akhirnya. ketika menyadari saya bukanlah apa-apa.saya suka menulis apapun.bahkan ketika itu tidak perlu ditulis.atau ketika itu pun tidak penting untuk dibaca orang.saya suka sepak bola.dan karena itulah hidup saya penuh warna.saya tidak menyesal dan tidak pernah malu dicibir orang.saya sudah terbiasa menjadi orang impulsif reaktif yang di jauhi di sana-sini.saya suka humor-humor segar dan sedikit absurd.tidak perduli apa kata orang akan saya katakan apa yang menurut saya benar.kalau ada bagus jangan heran ketika saya memuji,dan sebaliknya.tidak ada tendensi apa-apa.hanya mencoba dengan keras menjadi orang apa adanya.50% dari apa yang saya katakan saya melupakannya.hidup untuk hari ini dan besok.simple.saya hanya wanita biasa yang tidak seharusnya memiliki mimpi-mimpi yang muluk seperti jadi menteri atau pengusaha kaya.saya hanya ingin hidup dari hobbi.dan bahkan saya tidak tahu hobbi saya apa.saya menyukai banyak hal.kopi di pagi hari,nonton dengan calon suami,menelepon dengan gaya kucing,membaca novel sampai tertidur atau nonton opera van java dan sama sekali tidak tertawa.saya menyukai keluarga saya yang biasa saja. saya suka membayangkan terbaring di kamar nenek di Malang ketika saya terbujur di kamar kos 3x3 yang apek dan sumpek.membayangkan matahari menyinari teras rumah saya,semilir angin yang selalu mengantarkan saya berangkat sekolah.saya tahu suatu hari nanti saya akan pulang ke Malang,cepat atau lambat.saya ingin anak-anak saya tumbuh di sana dan dengan bangga menulis kata Malang di kolom kota kelahiran.saya ingin menghabiskan sisa umur di sana.itu saja.cita-cita saya banyak,dan hingga kini saya selalu berusaha agar tidak terbebani.saya tahu saya bukanlah apa-apa dibandingkan dengan teman-teman lain. saya hanya pegawai yang gajinya habis di tanggal yang sama dengan diterimanya gaji itu. tapi toh saya lega, akhirnya hidup saya berguna. walaupun banyak bagian dari hidup saya ini lelucon, saya tahu saya berharga.tahun ini saya menikah dengan orang yang selama tujuh tahun mendampingi suka dan duka saya.tidak perduli pesta akan berjalan seperti apa,yang jelas saya akan hidup bersamanya hingga akhir hayat.hidup saya apa adanya.adalah ini.memang tidak selalu beruntung.tapi tidak juga buruk.saya senang akannya.saya tahu bahwa setiap kali saya gagal.diri saya selalu berhak untuk kesempatan lain.Alhamdulillah.

nugrah [beberapa bulan lagi jadi suami saya dengan kucing yang dimana saja tidak akan luput dari tangannya] ^^b

Monday, 7 February 2011

[project dear Papa] NulisBuku

hehehhehe iyah ini seperti re-post dari tulisanku yang terdahulu ^^b hanya sedikit penambahan di sana-sini, untuk tujuan Charity di Dear Papa Project . Ayo dukung Project ini kawan.

Pa, aku kangen ... [DEAR PAPA PROJECT]
Papa,
Yang jelas Papa akan kaget melihat anak gadisnya jadi suporter bola sekarang.

Papa, sudah lima tahun lebih, tapi Papa masih saja seperti ada di sini. Orang yang paling keras, orang yang paling suka perdebatan, orang yang sangat impulsif, orang yang sangat terbuka, orang yang kaya akan lelucon ringan yang segar, orang yang mencintai sepak bola dan musik jazz, orang yang tidak takut membuat kesalahan, orang yang tegar dan mandiri, orang yang mencintai kehidupan apa adanya, orang yang rela mengorbankan apa saja untuk keluarganya, orang yang hanya ingin anak gadisnya menjadi orang baik.

Papa tahu tidak, 7 tahun yang lalu, Papa adalah orang paling menyebalkan di dunia, kita seperti tidak pernah lelah berdebat. Tentang basket yang kugemari, tentang pacaran, tentang bisnis MLM, tentang memilih idola, tentang agama.

Aku benci nonton bola Pa, aku benci musik jazz yang setiap pagi Papa putar itu. Aku tidak mengenal Del Piero aku pun tak ingin tahu siapa itu Frans Beckenbauer. Aku masih ingat dengan jelas Papa membawaku ke toko kaset dengan hanya membawa uang Rp.50.000, demi Backstreet Boys yang selalu kumohonkan dalam doa di setiap sholatku agar Papa berhenti memutar Casiopea atau Karimata. Aku tidak berdoa untukmu kala itu Pa, aku meminta Allah swt memberikan aku kaset Backstreet Boys.

Setelah kau pergi Pa, aku menelepon Mama di Abu Dhabi, setelah bersimbah air mata di telepon itu, kata Mbak Ani teman Mama yang sama-sama guru itu, ehm kalau Papa tidak ingat, kita pernah bertemu Mbak Ani di depan McDonald Sarinah. Iya, katanya Mama sempat masuk rumah sakit. Saking sedihnya mendengar Papa pergi, iya Pa kalau Mama tidak bisa menyampaikan ke Papa, biar aku saja. Rasanya seperti ini Pa pas Papa tidak ada, kosong, yah itu tidak terasa apa-apa sama sekali. Seperti orang dungu yang tidak tahu harus apa, yah mungkin itulah yang membuat aku, Mama dan Kakak menangis, karena tahu kita tidak akan bisa merasai Papa lagi.

Papa, aku sekarang aku tahu bahwa semua yang ada pada Papa ternyata adalah aku. Papa membuat sebuah cermin kecil yang Papa pelihara dengan kasih sayang. Papa ternyata terus bersamaku, dan aku hanya refleksinya. Terlambat ya Pa, selalu saja seperti ini, aku selalu terlambat tahu, terlambat menyadari. Bahwa apapun itu, Papa selalu memberikan yang terbaik, dan andai saja saat itu aku langsung tahu, maka perdebatan-perdebatan yang membuat Papa marah itu pun tidak akan terjadi.

Makin lama aku merasa kalau kita berdebat tentang berbagai macam hal, itu karena kita berdebat dengan diri kita sendiri. Papa berdebat dengan cermin kecilnya, dan aku seharusnya tahu bahwa aku tengah berdebat dengan versi dewasaku, versiku nanti ketika menjadi orang tua. Aku tengah mempermasalahkan apa yang akan menjadi pandanganku nanti.

Papa, aku sudah 24 tahun sekarang, seorang maniak sepak bola, dan tidak bisa hidup tanpa musik jazz yang terdengar di telinga. Papa boleh tertawa deh sekarang, tapi ternyata sepak bola itu menyenangkan dan kini aku mengenal beberapa pemain sepak bola Pa, ahhh andai Papa masih di sini, bisa duduk di VIP saat Timnas Indonesia bertanding, betapa Papa pasti gembira. Nanti aku titipkan salam Papa padanya.

Aku menyesal Papa, dan aku hanya bisa menangis mengingatnya. Maafkan aku Pa, maafkan aku, mengapa aku begitu terlambat mengerti, begitu terlambat memahami Papa. Diatas semua penghargaan Papa terhadapku, aku tidak pernah menganggapmu pria yang hebat. Aku dulu selalu menginginkan Ayah seorang tentara, bukan arsitek jago gambar yang kerjanya duduk di atas meja gambar berjam-jam. Saat Papa menjelaskan tentang pilihan hidup dan passion, aku hanya mencibir, owh andai saja bisa kuulang waktu itu Pa.

Aku adalah dirimu Pa, setiap kali stadion sepak bola itu kumasuki, setiap kali tombol ON ku kusentuh untuk memutar lagu-lagu jazz, aku merasaimu Pa, aku bisa, dan aku sangat bahagia, ternyata semua tentang dirimu begitu dekat denganku, begitu nyata. Setiap tepuk di kepalaku, setiap kata bijak dari mulutmu, setiap pelukan menguatkan itu, setiap detik yang kita habiskan untuk tertawa dan menangis bersama. Setiap detik aku bergerak menjadi dirimu. Aku bukan apa-apa, aku hanya refleksimu. aku hanya cermin kecil itu, dan kini aku beranjak menjadi dirimu Pa.

Teriring doa yang selalu kupanjatkan untukmu, semua kabar akan kuberitakan, mungkin Mama mendoakanmu lebih banyak daripada doaku, tapi doaku bersama sebuah cerita Pa, tentang score sepak bola dan penyanyi jazz baru yang Mama tidak tahu. Tunggu aku Dhuhur nanti ya Pa, tunggu aku selalu.

Papa Supariono Abdul Manan [12 Juni 1951 - 1 April 2006]

Thursday, 6 January 2011

Bolaaaaa ...

biarkan saya tertawa mengenang beberapa bagian dari kehidupan masa kecil dan remaja saya yang selalu ngambek berat kalau TV di ruang keluarga di kuasai Papa untuk nonton Bola. Please Pah, itu ngapain nonton 24 orang kurang kerjaan yang ngejar-ngejar bola.

Papa bilang " I looovvvveeee Football" . Ok Pah, cukup dan Papa sudah cukup absurd. Mencintai pria-pria berkeringat muter-muter lapangan bola, bagi saya ini logika yang gila.

sekarang. Kalau Papa masih ada pasti dia yang tertawa paling keras, atau bahkan menangis saking harunya (ah apapun itu yang jelas saya berharap dia tenang bersama Allah swt). Saya suka nonton Bola pah, dan saya sekarang tahu kenapa Papa bela-belain gak akur sama Mama dan saya hanya karena Bola, hihihih.

sepak bola itu memberikan kesenangan tersediri, menawarkan ruang bagi saya untuk berpikir, sama seperti saya membaca buku. Jauh di dalam hati saya tidak merasa diri saya suporter atau yang seperti orang-orang bilang "fans". Saya cuma penikmat sepak bola, saya menikmati menonton bola, bersorak, bernyanyi, berpikir, menganalisa, dan saya suka melihat pemain bola, well saya mengklaim diri saya #pemerhatiBek.

Defender, pemain belakang atau Bek adalah posisi dalam permainan sepak bola yang paling saya sukai (orang-orangnya tentu saja). Tanpa mengesampingkan peran Kiper,Wing,Midfielder atau striker saya merasa Bek jauuuuuuuuuuuuuuhhh lebih keren.


Papa tidak pernah mengajarkan saya bagaimana menonton pertandingan sepak bola, tidak pernah menjelaskan ke saya apa asyiknya. Saya menemukan sendiri, saya mendapatkan kesenangan dengan cara saya sendiri. Karena bola itu banyak versi, karena seperti bahasa, permainan ini universal, siapa saja boleh menonton, siapa saja boleh datang untuk mendukung.


[pertandingan Arema vs Persija 31 Mei 2010]

jadi seharusnya tidak perlu ada larangan untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola (dalam sepak bola saya rasa tidak relevan ada istilah tandingan). semua boleh bermain, semua boleh menyelenggarakan. Jika bisa menyenangkan hati semua orang, jika adil, jika jujur, jika bonafid mengapa harus takut tidak di tonton.


well, mungkin itu. sekali lagi saya bukan suporter militan, saya juga bukan suporter fanatik. saya penikmat sepak bola dan pendukung perkembangannya.

well, keponakan saya calon atlet, saya tahu bagaimana rasanya tumbuh berkembang bersama orang yang menempa diri dan mimpinya untuk bisa menjadi atlet profesional. Mereka hanya ingin berkerja dengan hobinya berolahraga, mereka ingin menggapai masa depan. Pemain pro bekerja dengan pro, bermain dengan cara-cara yang pro. Impian itu tidak boleh sirna dengan bobroknya manajemen club di negeri ini.


well (again) untung keponakan saya atlet badminton, yang persatuan induknya (insyaallah) bonafid dan bertanggung jawab.

Papah doakan kevin, supaya nanti badminton tidak berakhir seperti sepak bola di negeri ini.

.adios.

DJ.

Tuesday, 21 December 2010

alhamdulillah

saya mungkin bukan orang paling bahagia di dunia yang mampu berkata bahwa saya bisa tertawa sepanjang masa, atau bahkan "orang beruntung" seperti yang dicurhatkan salah seorang sahabat dalam blognya.

kemarin rezeki saya nampaknya mengalir begitu deras, beberapa bahkan tidak saya nyana. seperti materi yang terus berdatangan (bahkan hingga hari ini) terima kasih Allah swt saya merasa lebih tenang sekarang (ayo saya harus mulai berpikir untuk beramal), teman kami yang pemain Timnas mengajak kami (saya dan tunangan saya) untuk makan bersama (dan senangnya, saya tidak perlu mengeluarkan sepeser pun).

tapi saya tetap saja menemukan setitik kesalahan yang sanggup kemudian menghapus semua berkah Allah swt itu seketika, meskipun tidak berarti. satu hal yang saya sadari, bahwa terkadang kita terlena dengan kebahagiaan yang besar, dan ketika Allah swt menjatuhkan sedikit saja cobaan, lantas kita langsung jatuh, langsung bersedih, padahal itu semua tak sebanding dengan nikmatnya yang besar.

saya ingin meneruskan hidup saya menjadi seorang penulis, dan saya saat ini bukan seorang penulis, saya PNS dan saya tak sanggup menjadi penulis. Padahal banyak di luar sana, ribuan orang berharap berada di posisi saya, mengeluarkan uang ratusan juga hanya untuk posisi rendahan saya. apa yang saya harapkan, toh meskipun saya bukan penulis saya masih bisa berkarya lewat blog, masih bisa menulis untuk diri saya sendiri, apa yang sebenarnya saya cari.

bukankah hidup yang sempurna itu impian semua orang, mimpi itu adalah sesuatu yang ada di angan, dan tak tercapai. Jika anda berpendapat sama seperti saya, maka anda akan setuju bahwa biarkan mimpi itu tetap menjadi mimpi, thus, ketika tercapai itu bukan lagi mimpi.


WELL terima kasih kepada Ahmad Bustomi dan Beny Wahyudi atas ajakan makan malam untuk saya dan tunangan saya Nanda, semoga kami tidak mengecewakan.





.adios.

DJ

Thursday, 14 October 2010

Kompetisi Nulis

Dulur bagi yang hobi nulis tentang sepak bola, terutama timnas kita. Monggo dipersiapkan.

Tema Suara Mahasiswa 13-19 Oktober 2010
"Tim Nasional Sepak Bola yang Kompetitif"

Redaksi Seputar Indonesia menerima tulisan OPINI dan SUARA MAHASISWA dengan ketentuan tulisan panjang naskah OPINI 6.500-7.500 karakter (1.000-1.200 kata) dan SUARA MAHASISWA 3.000 karakter (500 kata). Tulisan harus disertai identitas, foto diri terbaru, nomor rekening, serta nomor telepon dan dikirim ke email redaksi :

redaksi@seputar-indonesia.com

ayooooooo nulis,nulis,nulis. Kalau masalah sepak bola saya nyerah dehhh ^_^v. Ayo teman-teman nulis yahhh, terutama Aremania/nita niiiiihhhh.

.adios.

DJ

Monday, 20 September 2010

Illana siap meluncurr :D

untuk Illana saya ingin ini yang jadi covernya ^_^v Insyaallah, doakan saya.



yang mau copy master novel buluk ini, just contact me :: skalian saya minta kritik dan sarannya :::

twitter : @mrsnugrah
Facebook : canggih puspitasari
email dan Gtalk : canggihpuspitasari@gmail.com
YM : doublepandt@yahoo.com

.adios.

DJ

Thursday, 12 August 2010

Illana @Atheory

Tangis Illana menderu, gadis mungil itu tergugu dalam nafasnya yang seakan terputus-putus. Athea duduk bersimpuh di depannya, memandang iba. Tangan mereka saling berpegangan, usaha Athea untuk menguatkan Illana nampaknya berakhir seperti usaha untuk tetap menjaga gadis rimpih itu tetap di bumi.

"Ada dua jalan yang bisa kau tempuh, jika kau ingin meneruskan hidupmu Illana" Athea mengelus punggung tangan Illana yang memucat, berbicara cukup lirih di sela isak yang tak kunjung reda.

Illana mendongak memandang Athea, wajahnya memerah, basah dengan air mata yang tertumpah sedemikian hebat. Air mata yang seakan begitu lama menahan diri untuk unjuk gigi, tangis yang sekian waktu dikungkung harga diri, hari ini terbebas begitu rupa.

"Pertama, kembalilah padanya, carilah dia, temukan, walau itu tidak akan mudah"

Illana mengusap air matanya, Athea menguatkan diri kembali berbicara.

"Kedua, lupakan dia, dan teruskanlah hidupmu. Kau boleh menghabiskan seluruh persediaan air matamu hari ini, tapi besok aku tidak ingin melihatmu menangis lagi. Tabah dan kuatkanlah dirimu, Illana"

Tangis Illana mereda, gadis itu memegangi dadanya seakan bisa kapan saja meledak. Menarik nafasnya dengan berat, dan berkata dalam kepasrahannya yang nyata.

"Melupakan Arka sama saja dengan membunuhku Athea, dia memiliki seluruh nyawaku, jika kau tahu itu. Aku akan pergi mencarinya, meskipun aku tahu aku mungkin saja gagal, aku akan tetap mencarinya"

Athea berdiri, memeluk gadis itu.

"Tapi bagaimana jika dia telah melupakanmu, bagaimana jika dia tidak lagi seperti yang kau harapkan. Illana apa yang akan kau lakukan jika dia telah bersama dengan gadis lain, yang jauh lebih baik darimu"

Bulir lembut air mata Illana mengalir pelan di sudut matanya lagi, kali ini terasa begitu sakit.

"Mungkin aku memang tidak akan mendapatkan nyawaku kembali, karena semua telah kuberikan padanya. Jika itu terjadi Athea, aku akan tetap mencintainya, dan jika hal ini membuatnya membenciku semakin dalam, aku akan mengerti"

Athea memeluk gadis itu semakin erat.

"Kau tahu ini akan menyakitimu Illana, lupakan saja dia. Sungguh kau berhak untuk memiliki hidup yang lebih baik"

Illana memejamkan matanya, bayangan Arka melintasi setiap senti otaknya yang berderak. Laki-laki itu begitu dirindukannya.

"Athea, jika hidup yang lebih baik itu pun telah kuserahkan padanya di detik aku bertemu dengannya, katakan padaku apa lagi yang akan menghentikan langkahku untuk tetap di sini. Aku mencintainya, dan kau sungguh tahu"


--------------------------------2 b continued------------------^_^--------

.adios.

DJ

hosh, hosh, hosh, hosh, hosh, hosh, hosh, hosh, hosh

Friday, 6 August 2010

ehhhhhhhhhm [sweet sacrifice]

Ini salah Pipi :: mengapa menunjukkan dia padaku, pada sebuah percakapan telp di sore suatu hari.

Kalau bukan karena Pipi, mungkin aku saat ini akan bersedih. Kalau bukan karena Pipi, mungkin juga ILLANA si Moebius itu tidak akan sampai ke halaman 114. Aku bersyukur bukan karena menemukannya, tapi aku bersyukur karena aku memiliki Pipi.

Pipi yang pertama kali tahu akannya [jelas, Pipi jauh lebih lama mencintai Team ini sebelum akau bahkan perduli]. Dia bilang "Mas yang satu ini lebih bagus Mi, lebih ganteng, lebih keren mainnya. Coba deh, pertandingan yang ada dia selalu tidak pernah kalah", dan ternyata Pipi benar [Pipi selalu benar].

Ini semua karena Pipi, yang telah bersabar yang telah menyerahkan begitu banyak hati kepadaku yang menyebalkan. Pipi memberikanku ruang untuk berimaginasi, memberiku peluang untuk melakukan apa saja, dan dia selalu berhasil mengerti.

Pipi dan aku : kami yang seadanya.



kami bukan manusia yang spesial, kami dan hanya kami. Manusia yang berani bermimpi.

Pipi datang di waktu yang sangat tepat, betapa tidak. Disaat ILLANA itu membutuhkan sosok, Pipi datang membantu mencari, dan pada akhirnya dia berhasil memberi.

Kami berdua tidak mengenalnya, pun tak pernah bertemu dengannya. Tapi kami mengaguminya, mengakui kehebatannya.

Jika aku mampu mengungkapkan rasa terima kasih ini. Aku aku akan memeluk sang badai dan kubisikkan pada tiap relungnya bahwa aku sungguh bersyukur memilikinya.

Sosok yang membebaskanku, untuk menjadi diriku sendiri. Membiarkanku menjadikannya tokoh penting dalam tulisan itu, membiarkanku memikirkannya, memberiku ruang untuk merapalnya. Membiarkan pria asing itu menjadi inspirasi.

Pipi mencintaiku tanpa syarat, dan mengasihiku dengan membuat otakku berputar saking senangnya. Aku, akan menikahinya tahun depan.

Terima kasih Pi.

.adios.
DJ